Boarding School

22.04 Edit This 0 Comments »
SEKILAS PROGRAM BOARDING SCHOOL
Program Boarding School adalah jawaban atas kegelisahan masyarakat akan rendahnya daya saing lulusan madrasah aliyah dalam perebutan kursi di PTN umum ternama baik melalui jalur beasiswa maupun jalur tes. Program ini menekankan pendalaman materi-materi dasar keilmuan (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, bahasa Inggris dan Komputer), yang dalam prosesnya dipersiapkan khusus untuk menjuarai even-even olimpiade. Ruh keagamaan tetap dipertahankan dalam amaliah-amaliah dan sunnah asrama. Keseimbangan dalam kompetensi keagamaan dan keilmuan menjadi dasar pemikiran (paradigma) program ini, sehingga ke depannya peserta didik diharapkan memiliki kapabilitas yang memadai dalam menafsirkan ayat-ayat kauniyah bersinergi dengan wahyu-wahyu illahiah. Sehingga siap berperan sebagai intelektual muslim dalam kancah dakwah melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
Peserta didik wajib tinggal di asrama selama masa pendidikan. Bukan semata-semata untuk pembentukan perilaku (shapping behavior), melainkan untuk terciptanya budaya akademik everytime pada peserta didik yang selalu tergerak melakukan penjelajahan intelektual (intelectual journey) baik di sekolah maupun di asrama. Desain kegiatan disusun sedemikian rupa untuk maksud tersebut, termasuk fasilitas laboratorium mini dan ketersediaan internet di asrama. Gambaran aktivitas harian siswa Program Boarding School adalah sebagai berikut :
No Waktu Kegiatan Pembelajaran Keterangan
1 04.45 – 05.00 - Tilawatul Qur’an Kelompok
2 05.00 – 06.00 - Pengembangan Kosa kata Arab & Inggris
- Conversation Arab atau Inggris Kelompok
Kelompok
3 07.00 – 13.30 - KBM Pagi Kurikuler terjadwal
4 14.00 – 16.30 - Tutorial Siang Mafikib, TI dan Inggris
5 18.15 – 19.15 - Pengembangan Vocab
- Khitobah
- Kajian Keislaman Klasikal
Kelompok
Klasikal
6 20.00 – 22.00 - Belajar mandiri / kelompok Terbimbing

PROGRAM BOARDING SCHOOL
Jl. Sumpah Pemuda 25 Kadipiro, Banjarsari, Surakarta 57136 (0271) 852066 e-mail : brd_schl@yahoo.com web : boardingschool.wordpress.com Penanggung Jawab Program: Drs.H. Wardimin (08156714229) Sekretaris Program : Rusdi Mustapa, S.Pd (087836523161)
Siswa Boarding Berjaya di Olimpiade Kimia
Satu lagi prestasi berhasil ditorehkan oleh siswa Boarding MAN 1 Surakarta atas nama Ahid Nurmanjaya ( kelas XII IPA 1). Ahid yang menjadi salah satu anggota anggota Tim Olimpiade MAN 1 Surakarta, berhasil menjadi Juara III dalam Olimpiade Kimia tingkat Jateng – DIY yang diadakan oleh Fak Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Surakarta ( UMS ). Adapun susunan Tim Olimpiade Kimia MAN 1 Surakarta adalah :
• Ahid Nurmanjaya ( Kelas XII IPA 1)
• Muhammad Fathoni ( Kelas XII IPA 2)
• Ahmad Bahrudin ( Kelas XII IPA 2)
• Resta Konitiarani ( XI IPA 3)
• Husna Syaima ( XI IPA 2)
Semoga prestasi ini bisa terus ditingkatkan pada event lomba-lomba berikutnya dan mampu membawa nama harum Boarding School MAN 1 Surakarta.
Boarding School Gelar Tes Standard
Untu k kesekian kalinya Boarding School MAN 1 Surakarta kembali mengadakan kegiatan Tes Standard tanggal 25 – 26 Nopember 2009. Menurut Drs. H. Ahmad Wardimin, selaku pengelola Boarding School MAN 1 Surakarta, Tes Standard ini sebagai upaya untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap materi yang telah diberikan pada kegiatan tutorial sore. Materi yang diujikan antara lain :
1. Kelas X : Matematika, Kimia, B. Inggris, Fisika, TIK dan B. Arab
2. Kelas XI IPA : Fisika, Kimia, B. Inggris, matematika, Biologi, dan TPA
3. Kelas XII IPA : Matematika, B. Indonesia, B. Inggris, Biologi, Fisika,
dan Kimia
4. Kelas XII IPS : Matematika, B. Indonesia, B. Inggris, Ekonomi, Sosiologi
dan Geografi
Setelah mengikuti tes standard, siswa akan diberikan Raport Hasil Tes Standard sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada orang tua siswa sejauh mana perkembangan putra putrinya selama di Boarding School. Biasanya hasil tes standard digunakan untuk mengukur sejauh mana tingkat kenaikan kelas( bagi kelas X dan XI) dan kelulusan ( bagi siswa kelas XII). Semoga dari kegiatan ini semakin meningkatkan tingkat kenaikan kelas dan kelulusan siswa Boarding School yang pada UN 2009 berhasil lulus 100%.
SISWA BOARDING JAWARA LOMBA MENULIS ESSAI FLP-MENPORA 2009
Muhammad Iqbal Mustofa,.Ya, dia adalah siswa Program Boarding School MAN 1 Surakarta yang pernah meraih juara I lomba karya tulis dalam rangka Hari Anak Nasional Kota Surakarta 2008. Nah, ternyata kegemaran Iqbal dalam merangkai kata-kata ini, membawa hasil yang LUAR BIASA. Terbukti dia meraih juara I Lomba menulis Esai Kepemimpinan Pemuda yang diadakan atas kerjasama Forum Lingkar Pena (FLP) dan Kementerian Pemuda dan Olah Raga 31 Mei 2009 dengan judul essainya “ Dicari !!! Pemimpin Muda yang Lahir dari Rahim Budaya Baca di tengah Peradaban Digital”. (untuk hasil lengkap silahkan klik forumlingkarpena.multiply.com). Dewan juri yang terdiri dari M. Irfan Hidayatullah (Ketum FLP, Dosen Sastra Unpad), Ahmadun Y. Herfanda (Penyair, Redaktur Harian Republika), Maman S. Mahayana (Kritikus Sastra, Dosen FIB UI), akhirnya menetapkan Iqbal sebagai juara I untuk kategori A (Pelajar). Adapun penilaian meliputi Kesesuaian naskah dengan tema, Orisinalitas ide, Teknik penyajian tulisan, Bahasa Indonesia yang baik dan ejaan, Hikmah yang ada dalam tulisan.
Sosok Iqbal memang sudah tidak asing dengan dunia tulis menulis namun mulai digeluti setelah masuk ke Boarding School. Menurut Iqbal, Kebiasaan menulis yang menghantarkan dia meraih berbagai lomba menulis bukan karena ikut pelatihan/workshop cara menulis, namun dia terinspirasi saat membaca riwayat hidup para penulis buku atau cerpen. Dari situlah muncul keyakinan bahwa diapun juga bisa seperti mereka. Memang di darahnya mengalir darah seniman dari Eyangnya yang seorang Dalang, namun untuk urusan tulis menulis memang dia otodidak. Menurut Iqbal yang lahir di Sukoharjo 10 Desember 1990 ini, dari kegemarannya menulis sudah menghasilkan trophy atau juara antara lain :
1. Juara Harapan I Lomba Menulis Essay yang diadakan Departemen Pertanian tahun 2008 dengan judul “Relevankah Paradigma Agrobisnis di Tanah Indonesia ?”
2. Juara I Lomba menulis Essay Hari Anak Nasional kota Surakarta tahun 2008
3. Juara II Lomba Menulis Puisi Tingkat Kabupaten Sragen tahun 2008 dengan judul “Nama“
4. Juara II Menulis Cerpen tingkat Karesidenan Surakarta tahun 2009 dengan judul ” Suara Akhir gendhing dan Gamelan Malam“.
Bahkan yang paling akhir, cerpennya yang berjudul ” GURU ” dimuat di Harian SOLOPOS edisi 7 Juni 2009.
Semoga prestasi Iqbal bisa diikuti siswa Boarding School yang lain karena pasti mereka juga memiliki potensi yang mungkin lebih besar dari Iqbal, jadi tinggal di asah dan dikembangkan saja. Semoga Boarding School semakin sukses.

00.17 Edit This 0 Comments »

MAN 1 SURAKARTA

Madrasah Aliyah negeri 1 Surakarta awal mulanya adalah bagian dari Madrasah Aliyah Al-Islam Surakarta di bawah Yayasan Al-Islam pada tahun lima puluh-an ( Seribu Sembilan Ratus Lima Puluh-an -red ).
Karena keinginan pemerintah untuk mendirikan Madrasah Aliyah Negeri, maka pemerintah meminta kepada Yayasan Al-Islam untuk mengangkat status madrasah tersebut dari swasta menjadi negeri.
Dengan adanya negosiasi dan telah dicapainya kesepakatan diantara kedua belah pihak, Yayasan Al-Islam merelakan sebagian siswa-siswinya dimasukkan ke Madrasah Aliyah Negeri. Penegerian Madrasah ini didasarkan surat keputusan menteri Agama RI No.180 Tahun 1967 tanggal 21 Juli 1967 dengan nama Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri ( MAAIN ) Surakarta. Yang lokasinya masih satu tempat dengan MA Al-Islam sehingga dalam satu lokasi terdapat tiga lembaga pendidikan :

1. Sekolah Menengah Atas ( SMA ) Al -Islam yang dikepalai oleh H.A. Ruslan, BA.
2. Madrasah Aliyah Al-Islam yang dikepalai oleh K.A.Mustafa.
3. Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri ( MAAIN ) yang dikepalai KM. Ma’muri ( Kyai Muhammad Ma’muri ).
MAAIN satu lokasi dengan Al-Islam di Jl. Honggowongso 65. Surakarta, selama 10 tahun. Kemudian pindah ke Grobagan, Surakarta. Madrasah ini baru menempati lokasi sendiri pada tgl 10 Mei 1977, bertempat di Jl. Sumpah Pemuda.
Sejak tahun 1990 MAN 1 Surakarta dipercaya oleh pemerintah untuk menyelenggarakan Madrasah Aliyah Program Khusus ( MAPK ) yang kemudian berubah nama menjadi Madrasah Aliyah Keagamaan ( MAK ). Hal ini berdasarkan Surat keputusan Menteri Agama RI No. 138 tahun 1990.

Tahun 2001, dengan bantuan dari IDB (Islamic Development Bank) MAN 1 Surakarta membuka program Workshop yang menempati lokal 3 di Jl. Sumpah Pemuda No. 29. Workshop keterampilan yang dibuka adalah tata busana, maintenance & repair computer, dan kesekretarisan yang bertujuan memberi bekal vokasional bagi peserta didik yang tidak melanjutkan studi karena beban ekonomi keluarga.

Pada tahun 2006 MAN 1 Surakarta mengembangkan program pendidikannya dengan membuka Program Boarding School yakni program berasrama bagi peserta didik yang berkosentrasi pada pengembangan akademik tinggi untuk siap bersaing di berbagai even lomba akademis seperti olimpiade, karya ilmiah, penelitian dan sejenisnya serta mempersiapkan peserta didik siap bersaing kursi di perguruan tinggi ternama pada jurusan yang prospektif seperti UGM, IPB, ITS, UIN Jakarta, UIN Malang (jejaring kerjasama Depag) dan PTN lain seperti STAN, STPN, STT Telkom, UNS, UNDIP dll.
II. VISI, MISI DAN TUJUAN
Tantangan masa depan seperti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta globalisasai disegala sisi kehidupan yang massif, menjadikan madrasah merespon tantangan tersebut sekaligus menangkap sebagai peluang untuk memajukan anak didik agar mampu beradaptasi dalam perkembangan global, bersaing dalam dinamika masyarakat yang demokratis, berkeadilan dan mengedepankan law enforcement; dengan tetap mengedepankan cara-cara mencerahkan serta akhlakul karimah (bil hikmah wa mau’idlotil hasanah) dan selalu membawa nafas islami dalam segala aktivitas. Untuk itu MAN 1 Surakarta mengembangkan Visi dan Misi sebagai berikut :
VISI :
TERBENTUKNYA GENERASI YANG ISLAMI DAN BERPRESTASI
MISI :
1.Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan Agama Islam
2.Meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
3.Mengembangkan potensi akademik siswa secara optimal sesuai dengan bakat dan minatnya melalui proses pendidikan.
4.Melaksanakan bimbingan secara efektif pada siswa untuk melanjutkan pendidikan.
5.Meningkatkan daya saing dan kemampuan siswa ke perguruan tinggi.
6.Meningkatkan penguasaan keterampilan dan life skill
III. TUJUAN MADRASAH
Tujuan Madrasah sebagai bagian dari tujuan pendidikan nasional adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
Tujuan pengembangan ciri khas Agama Islam pada Madrasah Aliyah Negeri 1 Surakarta adalah memberikan landasan Islami yang kokoh agar peserta didik memiliki kepribadian yang kuat dilandasi oleh nilai-nilai keislaman bagi perkembangan kehidupan selanjutnya.
A. Sarana Pendidikan
Dalam rangka menunjang keberhasilan pendidikannya, MAN 1 Surakarta berupaya secara bertahap untuk melengkapi sarana-prasarana pendidikannya. Hingga kini MAN 1 Surakarta telah memiliki ruang belajar yang representatif, Laboratorium IPA, Laboratorium Bahasa, Laboratorium Komputer, Perpustakaan, Asrama, Ruang Keterampilan, dan sarana penunjang lainnya.
Data Sarana Pendidikan MAN 1 Surakarta.
No Jenis Lokal
1 Ruang Kelas
2 Ruang Ka Madrasah
3 Ruang Kantor
4 Ruang Guru
5 Ruang Perpustakaan
6 Ruang Laboratorium :
- Lab. Bahasa
- Lab Biologi
- Lab Fisiska
- Lab Kimia
- Lab komputer

7 Ruang Keterampilan
- Ket. Komputer
- Ket. Mr. Komputer
- Ket. Tata Busana
- Ket. Kesekretariatan

8 Ruang Musholla
9 Ruang Asrama

00.05 Edit This 0 Comments »

Ust. Drs. H. Agus Hadi Susanto, M.S.I Kepala Madrasah yang Low Profile, Visioner

Seringkali tamu ‘kecilik“( salah mengira ) ketika datang ke MAN 1 Surakarta. Ketika bertanya kepada sosok yang mereka temui di lobi depan madrasah atau ruang kantor guru maupun tata usaha. Karena setelah mereka masuk ke ruang kepala madrasah, ternyata yang mereka temui adalah sosok yang sama tadi. Dengan penampilan bersahaja dan sederhana tak ubahnya seperti guru kebanyakan di madrasah ini.

Ya, itulah memang sosok kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 Surakarta yang low profile. Tidak membeda-bedakan kelas sosial di dalam bermuamalah sosial.

Tanpa mengurangi martabat beliau sebagai kepala madrasah, bapak dari 4 anak kelahiran Sragen tahun 1955 ini sangat terbuka pada semua bawahannya. Untuk bertemu dengan beliau para guru maupun karyawan di MAN 1 Surakarta tidak harus menunggu beliau duduk di meja kerjanya.

Latar belakang pesantren melekat betul pada kepala sekolah yang mengawali pengabdiannya di dunia pendidikan sebagai dosen honorer di IAIN Walisongo Semarang. Kesederhanaan dan kerendahan hati adalah tipikal umumnya alumni pesantren. Ustadz Agus, demikian beliau sering disapa, adalah alumni Pondok Pesantren Modern Gontor Ponorogo. Kurang lebih 7 tahun beliau menimba ilmu dan kearifan hidup di pondok pesantren phenomenal di Indonesia ini. Tamat dari gontor beliau kuliah di Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang jurusan Pendidikan Agama Islam.

Karir kepegawaian kepala MAN 1 Surakarta yang ke-5 ini diawalai dari kota atlas Semarang, ketika beliau diangkat menjadi guru pada MAN 1 Semarang. Bilau termasuk guru yang disiplin dan berprestasi. Di madrasah aliyah yang terletak di Pedurungan ini karier beliau mulai menunjukkan kemajuannya, dari guru biasa, wakil kepala, guru inti dan penulis soal Bahasa Arab tingkat Provinsi, dan akhirnya mengantarkan beliau menjadi kepala MTsN Kendal. Tidak lama mengabdi di MTsN Kendal beliau ditugaskan di MAN 1 Surakarta.

Penugasan mantan guru Bahasa Arab yang piawai menggoreskan huruf-huruf Arab di atas kanvas ini, tentu bukan suatu kebetulan belaka. Hal ini tentu ada kaitannya dengan latar belakang kepesantrenan beliau mengingat bahwa MAN 1 Surakarta memiliki program khusus yang menyiapkan peserta didiknya menjadi calon ulama yang berwawasan luas.